blogger, youtuber, kaskuser, internetpreneur

Rabu, 25 Oktober 2017

Inisiatif dapat membuka jalan kesuksesanmu (Jadilah Proaktif)



Setiap orang memiliki kebebasan. Setiap orang juga bertanggung jawab penuh atas kehidupannya sendiri. Inilah arti dari proaktif. Banyak nama-nama besar yang telah membuktikan, bahwa setiap manusia memiliki kebebasan sejati untuk menentukan siapa dirinya.

Sikap proaktif membawa kita menuju keberhasilan dan kesuksesan, Karena sikap ini membuat kita lebih fokus 100% atas kemampuan kita kepada hal-hal yang memang berkontribusi pada keberhasilan. Coba ingat kembali ke waktu kita sekolah dulu, berapa kali kamu proaktif dengan mengacungkan tangan ketika guru mengajukan pertanyaan? pasti kebanyakan dari kita bersembunyi di belakang teman-teman, atau berusaha untuk tidak mendapatkan perhatian.

Tapi tidak apa-apa, waktu itu telah lewat. Kini saatnya kita untuk berubah, tidak peduli kapanpun dan dimanapun kamu berada, sikap proaktif sudah pasti akan lebih menguntungkan.

Ayo menjadi proaktif.

Memiliki keberanian lebih untuk melakukan suatu hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, tentu hal ini membantu kamu menjadi lebih mudah beradaptasi terhadap segala kondisi untuk memperluas kemampuan leadership kamu.

Berikut ini adalah perbedaan yang kentara antara orang Pro aktif dan orang yang reaktif.


Berikut ini cara membedakan orang yang proaktif dan reaktif di beberapa kondisi:
  • Saat bertemu dengan orang yang baru, personal proaktif melakukan pendekatan dan memulai percakapan. Sedangkan orang yang reaktif menunggu orang lain untuk menyapa dahulu.
  • Dalam melakukan pekerjaannya, orang yang proaktif meminta petunjuk kepada rekan atau mitra kerja. Sedangkan orang yang reaktif akan bingung, dan sering kali meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawabnya.
  • Saat menjalani diskusi, orang proaktif mempunyai inisiatif dalam mengemukakan pendapat. Lain halnya dengan orang yang reaktif, biasanya mereka hanya berbicara ketika ditanya.
  • Jika terjadi miskomunikasi, orang proaktif akan melakukan konfirmasi. Sehingga miskomunikasi dapat di selesaikan. Berbeda dengan orang yang reaktif, mereka akan menghindari pembicaraan terkait dengan miskomunikasi tersebut.
  • Apabila dilupakan dalam suatu Project atau tidak diikutkan dalam suatu Project, orang yang proaktif akan menawarkan bantuan atau pertolongan. Sedangkan orang yang reaktif, lebih mementingkan untuk mempertanyakan alasan mengapa mereka tidak diikutsertakan.


Jadi Sisi mana yang akan kamu pilih? menjadi orang proaktif tentu saja jauh lebih baik bukan? walaupun itu tidak mudah, tetapi dengan terus berlatih untuk bersikap proaktif, maka kamu akan semakin dekat dengan kesuksesan.

Berikut ini adalah 3 hal dasar untuk menjadi orang yang proaktif:
  1. Mendorong diri untuk menjadi lebih berani.
  2. Memahami bahwa diri kita sendiri lah yang membuat keterbatasan, bukan orang lain atau kondisi.
  3. Keluar dari Comfort Zone.

Tidak ada komentar: