blogger, youtuber, kaskuser, internetpreneur

Sabtu, 28 Oktober 2017


Fall Seven times Stand Up eight

Mungkin quote di atas sudah familiar. Quote ini berbicara tentang "Never Say Die" attitude. Sebanyak apapun kita jatuh, seberapa berat beban yang ada, pada akhirnya kita harus tetap bisa berdiri teguh. Menjadi orang yang gigih adalah hal yang sangat penting. Kegigihan mengartikan banyak hal, bisa daya tahan, ketabahan, stamina, determinasi, dan juga ketegaran. Walaupun memiliki banyak arti, inti dari kegigihan adalah untuk terus berjuang, baik dalam kegagalan, rasa sakit akan penolakan, ataupun kritikan.

Seringkali kita tidak dapat melakukan tindakan terhadap keadaan yang sedang dihadapi saat ini. Seperti tidak diterima bekerja di perusahaan impian, atau kuliah di Universitas favorit, bahkan menghadapi akhir dari sebuah hubungan cinta (bukan curcol lho ya..). Semua hal buruk ini dapat membuat kita merasa terpukul dan akhirnya kehilangan keseimbangan dalam kehidupan.

Sikap tangguh itulah yang memberikan kita reaksi dan pilihan. Yang dimaksud dengan reaksi dan pilihan ini adalah: untuk menentukan berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk move on? kita selalu memiliki pilihan, dan tentu saja kita dapat memilih untuk melihat segala hal dari sisi yang positif.

Tertarik untuk menjadi orang yang memiliki sikap tangguh atau gigih seperti itu? Ikutilah beberapa tips berikut ini

Tips menjadi orang gigih

Mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi

Dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kesuksesan akan semakin cepat menghampiri. Kembangkan rasa percaya diri ini dengan lebih terbuka untuk belajar dan terus berkembang. Jangan lupa untuk memberikan perhatian khusus terhadap dirimu sendiri dan orang-orang disekitar.

Berhentilah untuk membandingkan diri sendiri dan orang lain

Karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara berlebihan akan membuat kamu semakin terpuruk. Lebih baik tanyakan kepada diri sendiri apa yang dapat dipelajari dari orang tersebut. Apa yang mereka bisa lakukan tetapi sebenarnya kita sendiri ternyata bisa melakukannya.

Memahami kelebihan diri sendiri

Ingatlah momen dalam hidup, ketika kamu merasa benar-benar percaya diri, dan menyadari nilai-nilai plus yang ada di dalam diri kamu, keterampilan dan kekuatan diri, dan bagaimana cara orang lain melihat dirimu. Dapatkan saran dan kritik dari teman-teman terbaik, kemudian kembangkanlah.

Pilih role model yang menginspirasi

Belajarlah dari apa yang sudah mereka lakukan. Bangun image percaya diri yang kamu inginkan.
Tingkatkan terus image tersebut, dan latih terus menerus. Ubah gaya rambut dan ikuti perkembangan fashion saat ini, lalu sesuaikan dengan kepribadianmu. Berpenampilan layaknya seorang profesional tentu akan membangun image yang baik untuk dirimu.

Fokus pada kelebihan yang kamu punya

Cari tahu kekuatan diri dan passion. Fokuslah pada hal-hal yang positif dan menjauh dari segala masalah yang tidak penting.

Jangan biarkan suara hati yang membelenggu dirimu

Jangan terlalu lama menyesal untuk memikirkan keinginan yang tidak sesuai kenyataan. Sebaliknya analisa dan belajarlah dari pengalaman tersebut. Ini akan membantumu untuk belajar dan berkembang menjadi orang yang lebih baik, melihat segala sesuatunya lebih kreatif dari sisi yang lain.

Melangkahlah keluar dari zona nyamanmu

Latih terus kepercayaan dirimu. Dan carilah solusi kreatif lain dalam menghadapi situasi apapun. Dengan keluar dari zona nyaman, kamu dapat menanyakan kepada diri sendiri, hal apa yang bisa lebih buruk dari saat ini? Apa langkah selanjutnya untuk terus maju? mikir...

Ciptakan Self Esteem kamu

Review semua hal yang telah kamu lakukan selama ini dan catat segala prestasi dan pencapaian dalam hidup, termasuk minor achievement, seperti berhasil mengirimkan email pekerjaan ke client pertama, atau mungkin berhasil memasak makanan.

Cobalah untuk mencari sisi menyenangkan dari suatu masalah

Lihatlah suatu masalah sebagai suatu tantangan tersendiri untuk diselesaikan. Jangan dilihat sebagai masalah yang berlarut-larut. Temukanlah solusi dengan cara yang menyenangkan.

Jadilah antusias dengan kehidupanmu

Ingatlah untuk selalu memiliki antusias yang besar terhadap hidup, dan nikmati setiap prosesnya. Hidup ini adalah petualangan yang sangat menyenangkan, fokuslah terhadap goal, dan motivasi terus diri sendiri untuk selalu menghasilkan yang terbaik dari yang terbaik.

Semoga berhasil

Jumat, 27 Oktober 2017



Sama halnya mengenai perbedaan antara remaja dan dewasa, hal utama yang membedakan antara kehidupan kuliah dengan dunia kerja adalah manajemen waktu. Ketika kita kuliah setiap jadwal sudah pasti, dan rutinitas lainnya akan mengikuti waktu senggang setelah kuliah. Jarang sekali menemui kesulitan dalam mengatur waktu antara belajar, berorganisasi, dan berinteraksi sosial, Betul tidak?

Situasi di dunia kerja yang membingungkan

Ketika di dunia kerja, kita harus benar-benar bisa memilih apa yang penting untuk dilakukan segera, dan hal lain yang bisa ditunda atau didelegasikan kepada orang lain. Itulah yang sering kita sebut sebagai menentukan prioritas. Banyaknya godaan dan pemecah konsentrasi yang ada, seringkali menyebabkan seluruh jadwal yang telah dibuat satu hari sebelumnya bisa gagal dilakukan. Banyak hal tak terduga yang terjadi setiap harinya, dan kita harus siap untuk menghadapinya.

Saat kita bekerja, begitu banyak hal yang harus diselesaikan. Banyak ide yang ingin direalisasikan, terlalu banyak tempat yang ingin dicapai, dan terlalu banyak orang yang harus ditemui. Sementara waktu setiap orang adalah sama yaitu 24 jam sehari. Seringkali kita menyalahkan hal hal tak terduga tersebut menjadi pencetus tidak terkendalinya kesibukan kita. Namun sebelum menyalahkan, Apakah sebelumnya kita sudah pintar dalam membuat skala prioritas? Apakah cara kita sudah tepat dalam bekerja? dan Apakah kita sudah cukup fokus untuk mengatasi seluruh interupsi yang datang?

Jika belum, kita bisa mulai menerapkan hal-hal sederhana dibawah ini. Bagaimana menentukan skala prioritas dan mengelolanya.

Cara menentukan prioritas dan pengelolaannya


  1. Buatlah daftar dari seluruh kegiatan dan kepentingan yang harus kita lakukan dalam waktu tertentu.
  2. List kegiatan rutin harian yang juga harus diselesaikan.
  3. Buat pertimbangan, hal apa yang efeknya paling besar dengan cara yang paling mudah jika segera diselesaikan. Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan yang tidak terlalu urgent dan kemudian pekerjaan rutin. Hal yang urgent, mempunyai pengaruh besar, dan berdampak panjang dan paling visible inilah yang diletakkan menjadi prioritas utama.
  4. Cermati dengan saksama, Apakah hal dan seluruh pekerjaan tersebut harus diselesaikan oleh kita? atau bisa didelegasikan kepada orang lain. Lalu timbul lah pertanyaan lainnya, yaitu Bagaimanakah cara mendelegasikan suatu pekerjaan? Caranya adalah dengan membagi atas beberapa rute. rute 1, hal yang didelegasikan adalah hal yang penting namun tidak urgent. Rute2, pastikan kita memberikan penjelasan mengenai tugas yang didelegasikan dengan jelas dan tertulis. Rute 3, pastikan bahwa orang yang didelegasikan benar-benar paham dan memang bersedia untuk mengerjakan tugas tersebut.
  5. Tentukanlah deadline yang jelas dan penuh pertimbangan. Disiplin lah dalam menjalankan deadline tersebut. Meskipun deadline sudah ditentukan, fokuslah pada berapa lama pekerjaan tersebut bisa diselesaikan. Bukan pada Kapan jatuhnya tanggal deadline.
  6. Berdisiplin lah dalam menjalankan daftar prioritas kita.
  7. Fokus dan konsentrasi. Hindari seluruh pengganggu seperti televisi, musik, game, telepon, sosial media, dan hal-hal mengganggu lainnya.
  8. Kenali irama biologis masing-masing. Setiap orang memiliki waktu titik terendah dan titik tertinggi yang berbeda-beda. Lakukanlah hal hal sulit dan prioritas tinggi saat irama biologis kita sedang ada di puncak (otak sedang dalam kondisi optimal untuk berpikir). Dan lakukanlah hal pada prioritas rendah ketika kita sedang dalam titik terendah irama biologis. Namun jangan lupakan deadline.
  9. Jangan terjebak pada kebiasaan menunda pekerjaan, ingin segalanya sempurna, dan cara kerja yang salah.
  10. Jangan pernah meremehkan hal dengan prioritas rendah, cicil sedikit demi sedikit, sehingga tidak akan menimbulkan rintangan lain yang lebih besar lagi.
  11. Selalu review skala prioritas setiap harinya. Karena skala prioritas bisa saja berubah apabila dikondisikan dengan situasi terbaru.
  12. Sebelum jatuh masa deadline, cek kembali to do list yang telah kita buat. Hal ini dilakukan untuk memastikan apa saja yang sudah terselesaikan, dan bersiaplah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan lain yang masih tertinggal.


Menentukan prioritas ini tidaklah mudah namun tidak juga sulit yang pasti hal ini sangat sulit untuk dilakukan teruslah berlatih untuk menentukan prioritas sehingga setiap waktu kita akan selalu maksimal.

Kamis, 26 Oktober 2017



Pada umumnya, karakter yang dipunyai orang-orang sukses adalah mereka yang bekerja sangat keras. Bekerja adalah uang pangkal menuju kesuksesan, dan semua orang sukses sudah pasti bekerja dengan keras, apapun bidang yang mereka jalani.

Dan yang membedakan antara para CEO ataupun direktur dengan orang lain adalah mereka terbiasa melakukan segalanya lebih dari apa yang diminta dan bekerja lebih keras dari orang lain.

Melakukan lebih banyak dan kerja keras, adalah hal penting mendasar untuk setiap hal berharga yang ingin kita capai dalam hidup kita. Suka atau tidak suka, di dunia ini banyak orang cerdas dengan segala kompetensinya. Sehingga hanya yang bekerja keraslah yang dapat mempunyai keunggulan dibandingkan yang lainnya. Orang-orang sukses bekerja keras dengan riang gembira, karena mereka menikmati pekerjaan mereka.

Memang tidak bisa dipungkiri, meskipun para workaholic ini bersenang-senang dengan apa yang mereka kerjakan, namun sudah dapat dipastikan ada saja hal-hal yang tidak menyenangkan. Cukup pastikan porsi yang tidak menyenangkan itu hanya 20% saja. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, mungkin memang yang sedang dikerjakan saat ini belum tepat dengan passion yang kamu suka.

Ikuti langkah berikut untuk memulai menjadi seorang hard worker.

Cara menjadi serang pekerja keras

Ask for help

Mintalah pertolongan jika memang diperlukan. Segala sesuatunya mungkin saja tidak kita mengerti. Adakalanya kita membutuhkan kemampuan orang lain untuk menyelesaikan suatu masalah. Dibutuhkan kerjasama yang baik agar tujuan segera tercapai.

Don't be selfish

Jika kamu egois, maka predikat sebagai pekerja keras tidak akan bisa diraih. Ketika kita bekerja, sudah pasti melibatkan orang lain. Jadi bagilah proporsi kerja, dan hasilnya disesuaikan dengan proporsi kerja tersebut.

Jangan menyerah

Jika diawal ada kegagalan, coba lagi dan jangan pernah menyerah. Karena kegagalan sudah pasti menjadi bagian dari proses menjadi seorang pekerja keras. Tanamkan dalam pikiran bahwa kamu pasti bisa menyelesaikannya.

Share Your ideas

Ketika kamu memiliki sebuah ide dalam sebuah pekerjaan, share it. Orang yang suka bekerja keras terlihat dari seberapa banyak kontribusinya dalam memberikan ide baru. Hal ini akan membuat orang lain memiliki pandangan positif terhadap diri kamu.
Selalu konsisten untuk bekerja keras ketika kamu mulai bekerja keras sepanjang hari dan setiap saat pertahankanlah belajar akan membuat dirimu menjadi lebih baik dan terus lebih baik lagi.

Belajarlah dari orang lain

Ada banyak orang lain yang bekerja keras di sekitar kita. Jika diperhatikan, banyak sekali pekerja keras di lingkungan kita. Cobalah untuk menjadi seperti mereka. Karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari karakter mereka.

Percaya diri

Setiap orang bisa menjadi pekerja keras. Setiap orang yang lahir di dunia ini sudah diberikan bekal dan kemampuan, berupa fisik dan mental yang kuat. Tinggal kemauan masing-masing untuk mewujudkannya.

Work Smart

Selain bekerja keras, juga harus bekerja pintar. Banyak yang berpikiran bahwa pekerja keras dianggap sebagai orang yang lebih banyak menggunakan fisik dibanding mentalnya. Sebaiknya di dalam resume, kamu lebih baik menggunakan kata 'smart worker', 'productive worker' atau 'efficient worker'. Dengan kata lain, biarkan orang lain tahu bahwa kamu adalah orang yang terampil dalam bekerja.

Rabu, 25 Oktober 2017



Setiap orang memiliki kebebasan. Setiap orang juga bertanggung jawab penuh atas kehidupannya sendiri. Inilah arti dari proaktif. Banyak nama-nama besar yang telah membuktikan, bahwa setiap manusia memiliki kebebasan sejati untuk menentukan siapa dirinya.

Sikap proaktif membawa kita menuju keberhasilan dan kesuksesan, Karena sikap ini membuat kita lebih fokus 100% atas kemampuan kita kepada hal-hal yang memang berkontribusi pada keberhasilan. Coba ingat kembali ke waktu kita sekolah dulu, berapa kali kamu proaktif dengan mengacungkan tangan ketika guru mengajukan pertanyaan? pasti kebanyakan dari kita bersembunyi di belakang teman-teman, atau berusaha untuk tidak mendapatkan perhatian.

Tapi tidak apa-apa, waktu itu telah lewat. Kini saatnya kita untuk berubah, tidak peduli kapanpun dan dimanapun kamu berada, sikap proaktif sudah pasti akan lebih menguntungkan.

Ayo menjadi proaktif.

Memiliki keberanian lebih untuk melakukan suatu hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, tentu hal ini membantu kamu menjadi lebih mudah beradaptasi terhadap segala kondisi untuk memperluas kemampuan leadership kamu.

Berikut ini adalah perbedaan yang kentara antara orang Pro aktif dan orang yang reaktif.


Berikut ini cara membedakan orang yang proaktif dan reaktif di beberapa kondisi:
  • Saat bertemu dengan orang yang baru, personal proaktif melakukan pendekatan dan memulai percakapan. Sedangkan orang yang reaktif menunggu orang lain untuk menyapa dahulu.
  • Dalam melakukan pekerjaannya, orang yang proaktif meminta petunjuk kepada rekan atau mitra kerja. Sedangkan orang yang reaktif akan bingung, dan sering kali meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawabnya.
  • Saat menjalani diskusi, orang proaktif mempunyai inisiatif dalam mengemukakan pendapat. Lain halnya dengan orang yang reaktif, biasanya mereka hanya berbicara ketika ditanya.
  • Jika terjadi miskomunikasi, orang proaktif akan melakukan konfirmasi. Sehingga miskomunikasi dapat di selesaikan. Berbeda dengan orang yang reaktif, mereka akan menghindari pembicaraan terkait dengan miskomunikasi tersebut.
  • Apabila dilupakan dalam suatu Project atau tidak diikutkan dalam suatu Project, orang yang proaktif akan menawarkan bantuan atau pertolongan. Sedangkan orang yang reaktif, lebih mementingkan untuk mempertanyakan alasan mengapa mereka tidak diikutsertakan.


Jadi Sisi mana yang akan kamu pilih? menjadi orang proaktif tentu saja jauh lebih baik bukan? walaupun itu tidak mudah, tetapi dengan terus berlatih untuk bersikap proaktif, maka kamu akan semakin dekat dengan kesuksesan.

Berikut ini adalah 3 hal dasar untuk menjadi orang yang proaktif:
  1. Mendorong diri untuk menjadi lebih berani.
  2. Memahami bahwa diri kita sendiri lah yang membuat keterbatasan, bukan orang lain atau kondisi.
  3. Keluar dari Comfort Zone.

Selasa, 24 Oktober 2017



Bayangkan alam semesta ini, rata-rata pandangan kita hanya sebatas 180 derajat. Selain itu kemampuan panca indra setiap manusia sangat terbatas. Dan bayangkan jika seseorang tidak mampu membuka diri dan pikirannya. Sudah pasti hal itu menjadi penghambat terbesarnya dalam mencapai kesuksesan. Kenapa? because Everything is going so freaking fast.

Ditambah lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, kita dituntut untuk selalu belajar kapanpun dan dimanapun. Kita harus selalu up to date. Tidak ada ruginya kan, kalau kita selalu update segala informasi terbaru.

Terbukalah maka langkah kita akan menjadi lebih ringan

Dengan open-minded, aktivitas otak kita menjadi lebih terbuka terhadap bermacam ide-ide segar. Pandangan kita akan menjadi lebih luas, dan kesimpulan yang kita dapatkan menjadi lebih tajam. Bahkan dengan kebiasaan tersebut, membuat kita memiliki kemampuan nalar yang sangat bagus. Coba kamu singkirkan segala prasangka buruk saat kita berusaha berpikiran terbuka.

Kamu bisa mencoba beberapa langkah yang saya Sebutkan Dibawah ini. cara ini adalah proses simulasi mengetahui: 'Gimana sih rasanya jadi orang yang open-minded?' dan merasakan seberapa besar dampak baiknya untuk diri kamu, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Simulasi menjadi persona open minded


  1. cobalah berdiri menghadap Selatan. Lalu pejamkan mata dan membayangkan seseorang yang kamu benci. Jika tidak, coba bayangkan situasi yang membuat kamu merasa tidak nyaman.
  2. bayangkan lagi dengan dalam dan konsentrasi, apa yang akan terjadi pada situasi tersebut? bayangkan orang yang tidak disukai itu tepat berada di depan kamu, apa yang akan kamu lakukan? apa saling berteriak dengan orang tersebut? atau ada situasi lainnya.
  3. Buka mata Anda dan ganti posisi anda menjadi menghadap ke utara. Lalu pejamkan kembali mata Anda dan bertukar lah posisi. Di mana posisi kamu sekarang jadi orang yang kamu benci tersebut. Rasakan dengan dalam dan seksama apa perasaan orang yang kamu benci itu. Rasakan, bayangkan, bagaimana jika kita benar-benar berada pada posisinya.
  4. jika sudah maka buka mata kembali. Cobalah untuk lebih tenang, dan meresapi apa yang sebenarnya terjadi dari berbagai sudut pandang.
  5. ulangi kembali langkah-langkah dari point 1 sampai dengan 4. Apakah kamu merasakan adanya perbedaan yang mencolok? itulah kehebatan dari berfikir terbuka atau open minded.


Selain hal di atas tadi, masih banyak hal lain yang bisa di kita terapkan. Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah tahu apakah seseorang yang menyenggol kita di lorong kampus atau lobi kantor, mungkin sedang terburu-buru karena keluarganya masuk rumah sakit dan dalam keadaan kritis, atau seseorang di depan kamu lagi muram, karena ternyata dia habis bertengkar dengan pasangan sebelum berangkat beraktifitas, atau bisa juga seseorang tak dikenal tiba-tiba menegur, dan mengajak bicara, adalah orang yang menawarkan sebuah pekerjaan atau ilmu baru, tidak ada yang tahu bukan? lets be open!

Diambil dari wikihow Berikut ini adalah beberapa cara untuk melatih diri kita berpikiran terbuka:

Cara melatih diri agar berpikiran terbuka


  • Dengarkan berbagai jenis aliran musik. Di sini kita bisa belajar untuk mengapresiasi musik di luar musik yang biasa kita dengarkan.
  • Berbicara dengan orang asing, ataupun yang tidak kita kenal dekat. Mengobrol dengannya mengenai berbagai macam hal. Atau bisa juga mencoba mengobrol dengan anak-anak di pinggir jalan yang homeless. Kita belajar mengenal mereka dan apa yang ada di benak mereka. Get deep inside of them.
  • Travelling. Amati lingkungan serta orang-orang yang kita temui. Discover the various of human culture.
  • Rajinlah mencari sesuatu yang belum dimengerti via internet, dan dengan berbagai sumber yang ada. Sehingga terbiasa untuk mengasah dan menalar logika.
  • Observasi perilaku dan gaya hidup orang lain. Coba pahami apa yang mereka suka. Dan pikirlah berbagai alasan dibalik itu semua.


Dengan menjadi open-minded, kita belajar banyak hal baru dengan sangat cepat. Dengan terbuka kita akan menjadi lebih fleksibel terhadap masalah yang dihadapi.

Belajar, belajar dan belajar. Belajar tidak hanya di sekolah ataupun kampus, melainkan dari setiap apa yang kita temui, di mana pun kita berada. Ingatlah hal berikut dibawah ini:

Berpikiran terbuka akan mengeksplorasi pikiran sehingga membuat kamu menjadi lebih kreatif intuitif dan reseptif itu artinya semakin berpikiran terbuka maka semakin tinggi pula peluang kesuksesan kamu.

Senin, 23 Oktober 2017



Untuk mengenali lebih jauh Apa yang disebut respect, barangkali kisah berikut ini dapat mengubah cara pandang kamu mengenai respecting people:

Jangan menilaiku dari penampilan ku

Pada suatu siang yang terik, seorang anak dengan pakaian yang agak kusam memasuki suatu toko es krim di pinggiran kota. Dia sangat ingin membeli es krim vanilla choco chips kesukaannya. Lalu ia bertanya kepada pelayan toko di sana, "Berapakah harga es krim chocochips itu Bu?" Sambil menunjuk gambar es krim kesukaannya itu. Lalu dijawab oleh Pelayan toko, "Rp30.000". Lalu sang anak mulai menghitung uangnya dan ternyata tidak mencukupi. Anak tersebut bertanya kembali kepada pelayan toko, "Kalau es krim yang itu harganya berapa Bu?" sambil menunjuk es krim yang lainnya lagi. Pelayan toko pun menjawab dengan agak malas, "yang itu Rp25.000."

Siang itu toko Memang agak sibuk, karena banyak pembeli yang mampir untuk melepas dahaganya. Sang anak kembali mengeluarkan uang dari kantongnya dan mulai menghitungnya kembali, dan ternyata masih tidak cukup. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk bertanya kembali, "bagaimana dengan es krim yang itu?" sambil menunjuk es krim coklat polos. Sang pelayan kembali menjawab pertanyaan si anak dengan nada yang ketus dan kesal, "Rp10.000" sambil langsung meninggalkannya dan melayani pembeli yang lainnya lagi. Sang anak kembali menghitung uangnya, dan kali ini ia tersenyum. Dan langsung berkata kepada Ibu Pelayan toko es krim tersebut, "Aku mau es krim yang itu saja Bu" sang anak akhirnya membeli es krim terakhir yang berharga Rp10.000. si anak memberikan uang Rp10.000 kepada pelayan. Dan setelah Pelayan toko memberikan es krim, sambil masih dengan wajah kesal kepada sang anak. Sang anak mengeluarkan uang Rp20.000 dan meninggalkannya di meja pelayan sebagai tips. Setelah si anak pergi, sang pelayan pun tertegun melihat tips yang diberikan kepadanya. Karena ternyata anak tadi sebenarnya memiliki cukup uang untuk membeli es krim kesukaannya. Namun karena ingin memberikan tips kepadanya, sehingga anak itu harus memilih es krim yang harganya lebih murah.

Pesan moral dari cerita diatas tadi berusaha mengingatkan kembali kepada kita mengenai betapa pentingnya untuk respecting people. Menghargai dan tidak meremehkan orang lain, atau bahkan memandangnya dengan sebelah mata, cara kita memperlakukan orang lain sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Bagaimanapun juga manusia adalah sosial human being yang selalu membutuhkan orang lain di setiap aspek kehidupan.

Menghargai dan menghormati orang lain sangat luas penerapannya, termasuk di dunia kerja. Di dunia kerja, kamu akan bertemu dengan berbagai tipe atasan dan rekan kerja. Mereka berasal dari beragam latar belakang keluarga, pendidikan, dan suku. Dari latar belakang yang berbeda tersebut tentu akan menghasilkan karakter yang beraneka ragam. Jika kita tidak pandai menyikapinya, maka bukan hanya menyebabkan orang lain akan berbalik tidak respek kepada kita, melainkan juga menyebabkan karir yang stagnan.

Berikut ini ada beberapa poin penting, Bagaimana cara kita belajar untuk menghargai orang lain dari hal yang simple:

  1. Sebelum hargai orang lain hargailah dirimu sendiri, dan cobalah berdamai dengan dirimu sendiri.
  2. Hindari menghina dan mengolok-olok orang lain.
  3. Hargailah opini orang lain, meskipun belum tentu sesuai dengan pendapat kita.
  4. Berusahalah menjadi pendengar yang baik. Dari hanya mendengarkan saja kita bisa sangat menghargai dan dihargai oleh orang lain.
  5. Berusahalah memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang.
  6. Peka terhadap perasaan orang lain.
  7. Jangan memaksakan kehendak kepada orang lain atas apa yang tidak mereka sukai.
  8. Jangan membicarakan orang lain dibelakang, sebelum mencoba berbicara kepada orang tersebut.

Minggu, 22 Oktober 2017



Mungkin arti integritas masih belum familiar di telinga kita. Tapi kata-kata ini seringkali kita dengar baik di televisi, radio, ataupun di kehidupan sehari-hari. Integritas berasal dari kata integer, yang berarti suatu kesatuan. Artinya secara keseluruhan adalah: suatu kesatuan, konsistensi, keteguhan, dan ketulusan, terhadap prinsip dan nilai-nilai yang diyakini. Berpegang teguh terhadap prinsip atau memiliki integritas bisa menilai sejauh mana seseorang dihargai dalam lingkungan pekerjaannya.

Berikut ini ada lima karakteristik konsisten yang dapat ditemukan pada orang dengan integritas yang tinggi.


Ciri-ciri orang yang berintegritas

1. bertanggung jawab

Di dunia kerja, mempunyai tanggung jawab atau komitmen berarti kita tidak hanya sungguh-sungguh bekerja, melainkan adanya sikap terbuka dan berbagi informasi untuk kemajuan bersama tim. Bahkan apabila kita melakukan kesalahan, kita tidak ada rasa segan untuk mengakuinya. Asalkan kita berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, dan memperbaiki kesalahan tersebut. Bertanggung jawab adalah menanamkan responsibility dalam diri masing-masing, yang secara otomatis orang lain akan memberikan respect kepada kita. Jadi responsibility mempunyai efek respect terhadap diri kita.

2. Jujur dan rendah hati

Jangan sampai karena anda berbohong, Anda terpuruk menjadi orang yang terjebak dalam kebohongan. Anda tentu tidak ingin mengalaminya kan? Ketika berada di lingkungan pekerjaan, kamu akan sering berinteraksi dengan atasan. Seorang leader yang baik akan menjunjung tinggi nilai kejujuran, sehingga ia akan mendorong anak buahnya untuk berlaku jujur di setiap tindakannya. Seorang leader dapat memberikan contoh kejujuran melalui prinsip dan teladan pribadi. Dengan kejujuran bad things will be gone dan tanpa kejujuran Good things will be gone


3. Konsisten Antara kata-kata dan tindakan


Konsistensi akan membuahkan kepercayaan. Sejalan dengan itu, integritas akan terbukti pada saat kita melakukan apa yang benar, tanpa mempedulikan opini orang lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

4. Tidak menganggap remeh hal-hal kecil

Satu hal yang penting dalam hal ini adalah tidak berbohong untuk hal-hal kecil. Apalagi untuk hal-hal yang besar yang bukan menjadi urusan kita. Dengan menghargai hal-hal kecil kita akan belajar untuk menghargai orang lain, siapa dan apapun posisi dan jabatan orang tersebut.

5. Dipercaya dan mempercayai orang lain

Seorang atasan atau leader, tidak akan memberikan tanggung jawab lebih ataupun promosi kepada karyawan yang tidak terpercaya. Begitu juga dengan bawahan, dia tidak akan mau mengikuti dan mencontoh perilaku atasan yang tidak mereka percaya. Sama halnya dengan klien, tentu saja mereka tidak akan mau bekerjasama dengan perusahaan yang tidak bisa dipercaya. Ini biasa disebut the circle of Trust

Sabtu, 21 Oktober 2017



Ketika kita berbicara mengenai sikap yang positif, semua berawal dari cara kamu dalam menghadapi Suatu kondisi untuk memotivasi dirimu. Dalam bersikap positif berawal dari memulai membangun sifat positif. Ingatlah satu hal ini: Mari bergaul dengan orang yang berpikiran positif. Orang-orang yang positif akan terlihat lebih bahagia. Mereka menjalani hidup dengan senyuman walaupun tekanan selalu menghantui. Selain itu orang lain pun merasa lebih nyaman untuk selalu dekat dengan orang-orang positif.


Ciri-ciri dari orang-orang positif ini adalah:
  • Pertama, mereka selalu berpikiran positif.
  • Kedua, selalu bertutur kata dan bersikap baik tentang apapun dan dimanapun.
  • Ketiga orang-orang positif ini membuat kamu ikut merasakan Aura positif.

Ayo kita jadi positif

ya, tidak dapat dipungkiri lagi, Kalau orang positif selalu terlihat kompak, seperti ada chemistry satu sama lain. Orang positif juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain di sekitarnya dan mengajak mereka menjadi bagian dari positif. Dengan cara berpikir mereka yang positif, secara langsung menularkan energi positif, rasa bahagia dan kesuksesan. Jadi apapun yang kamu harapkan dengan berpikiran positif akan membantu untuk mewujudkannya.

Dalam dunia pekerjaan, bersikap positif menjadi hal penting dalam membangun karir. Dengan menjadi orang yang positif, otomatis menjadikan kita lebih proaktif, disukai dan memiliki potensi tinggi untuk menjadi seorang pemimpin.


Orang positif cenderung fokus terhadap hal apa yang bisa dibuat menjadi lebih baik. Mereka tidak membuang-buang waktu dalam mencari kesalahan atau bahkan menyalahkan orang lain dan keadaan. Saat berada di dalam kondisi tertentu, orang positif selalu mencoba untuk menghadapinya dengan solusi. Dengan bersikap positif membuat diri kita menjadi lebih berarti.


Yuk mulai menggali lebih dalam tentang pribadi kita sendiri seberapa banyak sikap positif di dalam diri kita.



Caramenjadi orang yang positif



Menerima hal dan kondisi apapun yang terjadi

Ingatlah, di setiap hal yang terjadi, pasti ada suatu hal yang baik bisa dipetik. Selalu mengembangkan pikiranmu agar semakin maju. Pikiran yang terbuka akan memudahkan ide-ide baru muncul.


Fokus terhadap apa yang dapat kamu lakukan

Dengan memikirkan hal-hal yang dapat kamu lakukan, Kamu dapat merencanakan segalanya dan mengatur kegiatan yang akan kamu lakukan. Bukannya malah memikirkan apa yang tidak dapat kamu lakukan dan tidak dapat kamu capai.


Jangan terlalu menganggap segalanya personal (don't take it personal)

Sebaiknya segala hal yang terjadi jangan dimasukkan ke dalam hati. Karena segala hal yang dimasukkan ke dalam hati akan membuat anda menjadi orang yang negatif. Tentu saja ini akan memperburuk kinerja kerja anda.